budayakan Ilmu, Amal dan Dakwah ( silakan muat turun )

Followers

Showing posts with label TAZKIYAH. Show all posts
Showing posts with label TAZKIYAH. Show all posts

Sunday, August 21, 2011

salam.. beberapa perkongsian.. kitab Zad Al-Maad

Assalamu'alaikum.. nak kongsi sikit.. baru2 ni, Guruku atau dikenali Murabbi ku telah memberikan satu panggilan kepada ku semasa beliau memperkenalkan ku kepada murid-murid beliau . Iaitu ' Muhamad Nabil Fikri Atau dikenali Ibnu Daud Attolib Alqodahi ' ..  jadi , saya rasakan, saya ingin cuba meneruskan penggunaan gelaran ini dalam penulisan saya.. in sya Allah.. Mudah-mudahan diberkati Allah..

Yang berikut adalah terdapat  sebahagian daripada perbentangan saya  yang telah diterjemahkan daripada kitab arab.. jom kita cuba hayatinya.....

alfaqir ilallah Al-Ghaniy 
Ibnu Daud Attolib Alqodahi

*Petikan terjemahan dari Kitab Zad Al-Ma’ad fi hadiy khairil ‘ibad  karangan Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.


SEBAB-SEBAB  yang paling besar  untuk  melapangkan dada

Pertama :  TAUHID .  Sifat lapang dada seseorang sangat bergantung sejauh mana kesempurnaan, kekuatan, dan pertambahan tauhid dalam dirinya. Allahu ta'ala berfirman:

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ 

“jika demikian, Adakah orang Yang telah dilapangkan Allah dadanya untuk menerima Islam, lalu ia tetap berada Dalam cahaya (hidayah petunjuk) dari Tuhannya, (sama seperti orang Yang tertutup mata hatinya Dengan selaput kederhakaan)?” [Az-Zumar : 22]
dan Firman-Nya lagi :

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ 

“maka sesiapa Yang Allah kehendaki untuk memberi hidayah petunjuk kepadanya nescaya ia melapangkan dadanya (membuka hatinya) untuk menerima Islam; dan sesiapa Yang Allah kehendaki untuk menyesatkannya, nescaya ia menjadikan dadanya sesak sempit sesempit-sempitnya, seolah-olah ia sedang mendaki naik ke langit (dengan susah payahnya).” [Al-An’am :125]

Hidayah dan Tauhid merupakan sebab terbesar yang melapangkan dada. Syirik dan kesesatan adalah sebab paling utama yang menyesatkan dan menyempitkan dada. At-Tirmidzi  telah meriwayatkan dalam ‘himpunannya’ daripada Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Beliau bersabda, "Jika cahaya masuk ke dalam hati, maka ia akan menjadi terang dan luas". Mereka bertanya, "Apa tanda-tandanya wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Mendekatkan diri kepada rumah yang abadi, menjauhkan diri dari rumah yang rusak, serta mempersiapkan diri untuk mati sebelum ia datang".

Kedua : Di antara sebab yang melapangkan dada adalah CAHAYA yang dicampakkan Allah dalam hati seorang hamba iaitu cahaya keimanan. Sesungguhnya ia melapangkan dada dan meluaskan serta menggembirakan hati. Jika cahaya ini hilang dari hati seorang hamba maka hatinya menjadi sempit dan sesak, Jadilah ia berada pada penjara yang sangat sempit dan sulit. 

Ketiga : Perkara lain yang melapangkan dada adalah ILMU. Sesungguhnya ilmu dapat melapangkan dada dan meluaskannya hingga lebih luas daripada dunia. Sedangkan KEBODOHAN mengakibatkan kesempitan, keterbatasan, dan kongkongan. Setiap kali ilmu seseorang bertambah maka dadanya semakin lapang dan luas. Namun hal ini tidak berlaku bagi semua ilmu.Akan tetapi hanya ilmu yang diwarisi dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, iaitu ilmu yang bermanfaat. Orang orang yang memilikinya adalah manusia paling lapang dada, sangat terbuka hati, lebih bagus akhlaq dan terbaik dalam kehidupan.

Keempat : Faktor lain yang melapangkan dada adalah KEMBALI kepada Allah ta'ala, mencintai-Nya dengan sepenuh hati, menghadap-Nya, merasa nikmat dengan beribadah kepada-Nya. Tidak ada sesuatu yang lebih melapangkan dada seseorang daripada hal itu. Hingga terkadang seorang berkata "Jika aku berada di syurga dalam keadaan seperti ini maka sesungguhnya aku berada dalam kehidupan yang baik". KECINTAAN memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan dalam melapangkan dada, menyucikan jiwa dan menenangkan hati. Tidak akan mengetahuinya kecuali mereka yang pernah merasakannya. Setiap kali kecintaan menguat dan mengeras, maka dada akan semakin terbuka dan lapang. Dada yang demikian tidak menjadi sempit kecuali bila melihat mereka yang lalai dan jauh dari hal tersebut. Melihat mereka menyakitkan mata baginya dan berinteraksi dengan mereka adalah demam bagi ruhnya.

Kelima : Di antara perkara yang MENYEMPITKAN DADA adalah BERPALING DARIPADA  ALLAH TA'ALA mengaitkan hati dengan selainNya, lalai berzikir padaNya, dan mencintai selain-Nya. Sebab siapa yang mencintai sesuatu selain Allah ta'ala nescaya akan diseksa dengan hal itu. Hatinya dipenjara dalam mencintai perkara tersebut. Tidak ada dipermukaan bumi ini yang lebih sengsara, lebih keras perasaan, lebih menderita dalam kehidupan, dan lebih lelah hati darinya.

Inilah dua KECINTAAN, kecintaan yang merupakan syurga dunia, kegembiraan jiwa, kelazatan hati, kenikmatan ruh, makanan dan ubatnya, bahkan kehidupan dan penyejuk matanya, ia adalah kecintaan kepada Allah semata dengan sepenuh hati, tarikan kekuatan kecenderungan, kehendak, dan kecintaan semua kepada-Nya. Dan kecintaan yang merupakan azab bagi ruh, kegundahan jiwa, penjara hati, kesempitan dada, dan sebab sakit, sengsara dan kelelahan, ia adalah kecintaan kepada selain Allah Subhanahu Wata’ala.

Keenam : Di antara sebab yang melapangkan dada adalah senantiasa BERZIKIR dalam segala keadaan dan tempat. Zikir memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam melapangkan dada dan kenikmatan hati. Sementara kelalaian memiliki pengaruh yang menakjubkan juga dalam menyempitkan hati, mengongkong, dan menyeksanya.

Ketujuh : Di  antaranya pula adalah BERBUAT BAIK kepada manusia, memberi manfaat bagi mereka dengan segala yang mungkin dilakukannya, baik berupa harta, kedudukan , manfaat  fizikal, dan segala jenis kebaikan. Orang dermawan dan senang berbuat bauk adalah manusia lapang dadanya, paling suci jiwanya dan paling nikmat hatinya. Sedangkan orang yang KIKIR yang tidak ada padanya kebaikan adalah manusia paling sempit dadanya, paling sengsara kehidupannya, dan paling besar kegundahan serta kegelisahannya.

Kelapan : Di antara sebab yang melapangkan dada adalah KEBERANIAN, Sesungguhnya keberanian memliki dada yang lapang jiwa besar dan hati yang luas. Adapun pengecut adalah manusia paling sempit dadanya serta paling terbelunggu hatinya. Tidak ada kesenangan serta kegembiraan baginya dan tidak ada pula kelazatan.

Kesembilan : Termasuk perkara yang melapangkan dada adalah MENGELUARKAN KEKOTORAN HATI yang berupa sifat-sifat tercela yang menyebabkan kesempitan hati dan siksaannya. Ianya Menghalangi antara hati dengan kesembuhannya. Sesungguhnya seseorang bila melakukan sebab-sebab yang melapangkan dadanya dan tidak mengeluarkan sifat-sifat tercela itu dari hatinya, maka dia tidak mendapatkan faedah yang memuaskan dari dadanya yang lapang, bahkan ia hanya akan memiliki dua perkara yang saling kontradiksi dalam hatinya, dan perkara paling dominan (berpengaruh) itulah yang menguasainya. 

Kesepuluh : Sebab sebab lain yang juga melapangkan dada adalah MENINGGALKAN KELEBIHAN MELIHAT, BERBICARA, MENDENGAR, BERGAUL, MAKAN, DAN TIDUR. Sebab kelebihan dalam hal hal tersebut akan melahirkan rasa sakit, risau dan gelisah dalam hati, ia akan membatasi hati, mengongkongnya dan menyeksanya. Sesungguhnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam adalah manusia paling sempurna dalam segala sifat yang melahirkan kelapangan dada, keluasan hati, kesejukan mata dan kehidupan ruh. Baginda adalah manusia paling sempurna dalam sifat lapang dada dan kehidupan ini serta kesejukan mata. Lalu manusia yang sempurna dalam mengikuti baginda shalallahu 'alaihi wassalam, maka bagindalah  orang yang paling sempurna yang merasakan lapang dada, kelezatan dan keejukan mata.

________________________________

Nantikan post yang akan datang yang lebih menarik dan membuka minda... In Sya Allah...


Monday, April 11, 2011

salam.. Layakkah Kita Bergelar Saudara ?

Assalamu'alaikum, apa khabar hari ni saudara-saudaraku sekalian?? hermm.. tapi kan..  siapa saudara aku sebenarnya nih?? adik-beradik aku saja ka?? atau bangsa aku saja?? orang melayu ja ka?? atau yang dok kat malaysia ja?? hermm.. abes tuh orang lain camana pulak?? nak kata sebab keturunan darah, yang lain pon keturunan sama dengan aku, keturunan Nabi Adam 'alaihissalam.. 

Sebenarnya semua orang-orang beriman itu adalah bersaudara, begitu banyak dalil yang boleh diketengahkan untuk menguatkan erti persaudaraan.. 


Firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)
 
"Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-namaNya, kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi." (QS. An Nisa: 1)

“Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).


Dari Abdullah bin Abi Aufa ra. berkata, ketika sore hari pada hari Arafah, pada waktu kami duduk mengelilingi Rasulullah saw, tiba-tiba beliau bersabda, "Jika di majelis ini ada orang yang memutuskan silaturahmi, silahkan berdiri, jangan duduk bersama kami." Dan ketika itu, diantara yang hadir hanya ada satu yang berdiri, dan itupun duduk di kejauhan. Kemudian lelaki itu pergi dalam waktu yang tidak lama, setelah itu ia pun datang dan duduk kembali.

Kemudian, Rasulullah saw pun bertanya kepadanya,"Karena diantara yang hadir hanya kamu yang berdiri, dan kemudian kamu datang dan duduk kembali, apa sesungguhnya yang terjadi? Ia kemudian berkata, "Begitu mendengar sabda Engkau, saya segera menemui bibi saya yang telah memutuskan silaturahmi dengan saya. Karena kedatangan saya tersebut, ia berkata, "Untuk apa kamu datang, tidak seperti biasanya kamu datang kemari." Lalu saya menyampaikan apa yang telah Engkau sabdakan. Kemudian ia memintakan ampunan untuk saya, dan saya meminta ampunan untuknya (setelah kami berdamai, lalu saya datang lagi ke sini).

Maka Rasulullah saw pun bersabda kepadanya, "Kamu telah melakukan perbuatan yang baik, duduklah, rahmat Allah tidak akan turun ke atas suatu kaum jika di dalamnya ada orang yang memutuskan silaturahmi."

Apa yang telah terjadi dalam riwayat tersebut di atas tentunya sangat sesuai sekali dengan firman Allah swt berikut:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (QS. Al Hujuraat: 10)

Rasulullah juga pernah bersabda, "Tidak ada satu kebaikan pun yang pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak ada satu dosapun yang adzabnya lebih cepat diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di akherat, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi." Dalam sebuah riwayat lain, dari Anas ra, ia berkata bahwa Rasullah saw bersabda, "Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahmi. (HR. Mutafaq ‘alaih)

Dalam riwayat lain, Rasulullah saw pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga". Rasulullah menjawab; "Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi". (HR. Bukhari).

Dari Hudzaifah Bin Yaman ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Siapa yang tidak ihtimam (peduli) terhadap urusan umat Islam, maka bukan termasuk golongan mereka.”. (HR. At Tabrani)


[ hihi, kantoi,, nampak sangat copy paste tang dalil nih, bahasa indonesia pulak,.  apapun bahasa janji bersaudara :-) ] { malas sebenaqnya , wat tak ngaku pulak !! :-) }


Wah..!!!, banyak sungguh dalilnya, tapi aku yang membaca dan menghafaznya sebahagiannya ini, betul-betul memahamikah konsep serta mengamalkannya??? Ma sya Allah, aku pun tidak tahu, tepuk dada tanya iman.. ya Allah, ampunilah aku jika aku terlepas pandang dalam menjalinkan persaudaraan serta gagal melaksanakannya..  jom kita bersama-sama ikuti kisah di bawah ini.. hayatilah dengan hati yang penuh keimanan kepada Allah.. adakah kita ini benar-benar mementingkan persaudaraan sesama Islam???..


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Layakkah Kita Bergelar Saudara?


"Umi!!!!" Khalid menjerit nyaring.

Sebaris rumah baru sahaja dihancurkan oleh jentolak di hadapan matanya. Khalid yang bersembunyi di sebalik batu-batu yang ada hampir sahaja menjerit ketakutan, mujur suaranya itu tersekat di kerongkong sehinggalah tentera-tentera kejam itu berlalu pergi... Jika tidak, entahkan hidup entahkan tidak lagi dirinya di muka bumi ini.


"Umi!!!" Khalid menjerit lagi.


Kanak-kanak berusia 6 tahun itu berlari-lari di atas serpihan batu-bata,t erpaksa memungkinkan bahawa ibunya ada di situ... Cuaca yang panas terik tidak memberhentikan kakinya daripada terus melangkah, berlari ke segenap penjuru mencari insan yang paling dikasihinya.


"Khalid.. Khalid anak umi..."


Suara lembut itu membuatkan kepala Khalid menoleh ke arah sisinya. Wajahnya yang dibasahi peluh tersenyum senang melihat kehadiran Nur Laili, satu-satunya ahli keluarganya yang masih hidup pada saat itu. Khalid berlari ke arah Nur Laili, Nur Laili mendakapnya senang...


"Umi, Khalid ingat umi dah tinggalkan Khalid macam abi..."


* * *


"Khalid... Mari cepat pergi ke masjid, sekejap lagi azan ni!"


Kedengaran suara Salman Al-Farisi memanggil dari luar rumah. Khalid yang baru sahaja keluar dari bilik air terkedek-kedek lari mendapatkan bapanya.


"Umi, Khalid pergi dulu..." ucapnya seraya melangkah pergi...


"Abi, kenapa kita kena solat di masjid?. Umi tak pergi masjid pun abi..." Khalid bertanya. Matanya yang bening memandang tepat ke dalam anak mata Salman Al-Farisi.


Salman Al-Farisi menarik nafas panjang.


"Kita kan orang Islam sayang, kita lelaki, lelaki kuat, jadi kena solat di masjid. Umi tak apa solat di rumah. Lagipun, bila ramai-ramai orang Islam berkumpul di masjid, orang kafir pun akan gerun, nampaklah orang Islam ni bersatu, bila bersatu, kita akan kuat kan sayang?" Salman Al-Farisi cuba menerangkan seringkas mungkin buat kanak-kanak berusia 6 tahun itu.


"Tapi abi...."


"Kenapa Khalid?"


"Kenapa dulu masjid kosong saja, sekarang ni baru nampak penuh... Bukankah sekarang ni banyak tentera, kat setiap penjuru ada tentera, dulu tak ada tentera kenapa orang tak sibuk ke masjid?" Penuh ketulusan suara itu bertanya.


Salman Al-Farisi termenung jauh. Tangannya yang memimpin tangan Khalid digenggam seerat mungkin. Bagaimanakah cara terbaik untuknya menerangkan keadaan ummah pada masa kini kepada kanak-kanak sekecil Khalid.


"Khalid... Kalau Khalid dapat apa yang Khalid nak, tapi Khalid degil, tak mahu dengar cakap abi.. Tiba-tiba satu hari semua tu abi ambil balik , Khalid hidup susah, baru Khalid rasa betapa bermaknanya kesenangan yang lalu kan?"


Angguk.


"Macam tu jugalah keadaan sekarang ni. Dulu, Allah bagi nikmat banyak sangat... Tapi manusia tak mahu bersyukur malah manusia tak nak dengar cakap Allah. Sekarang ni, bila dah susah baru semua tahu betapa pentingnya sesuatu arahan Allah. Mustahil arahan daripadaNya itu sia-sia."


"Abi, Khalid tak mahu lawan cakap Allah!" Khalid bersemangat.


"Ya sayang, Khalid kena jadi macam Khalid Al-Walid. Dia seorang panglima perang yang hebat, dia tak pernah gentar dalam mempertahankan agama Islam bahkan dia rela mati di jalan Allah". Bersemangat Salman Al-Farisi memberi kekuatan buat si anak kecil itu. Satu-satunya anak yang masih tinggal untuk bersama-samanya berjuang di jalan Allah.


"Macam abang-abang?" Khalid bertanya lagi.


Terlalu perit kenangan yang lalu itu untuk dikenang. Anak-anaknya semua berjumlah 5 orang. Kelima-limanya adalah lelaki dan 4 orang daripadanya telah pun syahid di jalan Allah. Biarpun perit, namun Salman Al-Farisi tetap bersyukur kerana mempunyai anak-anak yang bergelar mujahid fi sabilillah!


"Abi....."


Khalid mula menyorok di belakang Salman Al-Farisi.


Lamunan Salman Al-Farisi terhenti. Matanya tertancap, melihat objek-objek yang bergerak di hadapannya. Kelihatan beberapa orang tentera berlegar-legar dengan senapang di sisi. Salman Al-Farisi memandang Khalid di sisi yang ketakutan.


Allah... lindungilah anak yang tidak berdosa ini...


Salman Al-Farisi mendukung tubuh kecil Khalid dan melangkah gagah menuju ke masjid yang berada beberapa langkah lagi di hadapannya. Khalid menangis semahunya di bahu abi tercinta...


* * *


Pom! Pom!


Bunyi ledakan peluru membantutkan konsentrasi seluruh jemaah yang sedang bersolat. Khalid terpaku melihat beberapa baris jemaah yang telah pun rebah ke bumi akibat ditembak ketika sedang bersolat. Sebentar sahaja, dan tentera-tentera kejam itu pun pergi meninggalkan mayat-mayat bergelimpangan di dalam masjid.


Khalid mula tidak keruan. Di mindanya tergambar wajah abi tercinta... Khalid mundar-mandir. Satu persatu wajah para syuhada' yang berada di lantai masjid di tatapnya. Dan...


"Abi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"


Khalid meraung. Wajah insan yang amat disayanginya berada di situ. Kepala Salman Al-Farisi berlubang ditembusi peluru. Darah yang berwarna merah pekat mengalir membasahi separuh mukanya.Mengerikan.


"Abi... Kenapa tinggalkan Khalid..."


Pandangan Khalid mulai kelam dan Khalid rebah di situ...


* * *


"Umi..." Khalid bersuara dalam sendunya yang masih berbaki.


Nur Laili yang asyik mengelamun tersentak.


"Ya sayang.." Tangan yang mampu menggoncang dunia itu mengusap lembut kepala Khalid. Penuh kasih.


"Kenapa negara Islam yang lain tak bantu kita?"


Nur Laili terdiam, terpegun dengan pertanyaan si anak kecil yang dimatangkan dengan kesusahan hidup, kengerian peperangan, melarat tanpa insan bergelar ayah di sisi.


"Mereka bantu sayang, mereka beri duit, makanan.."


"Tapi umi, Khalid nak senjata! Khalid nak lawan tentera-tentera yang zalim tu!"


Nur Laili tersentak sekali lagi.


"Umi..." Perlahan, Khalid memanggil.


"Ya sayang..."


"Adakah mereka mendoakan kita?".


"Siapa?"


"Semua orang Islam. Orang Islam semua bersaudara, kan umi?"


Nur Laili terdiam. Kepetahan Khalid membuatkan jiwanya bergelora.


Ya Allah, adakah kami berada dalam ingatan saudara-saudara kami yang sedang hidup dalam kesenangan sekarang???.


"Umi..."


Khalid memanggil lagi.


"Ya..."


"Tidak malukah mereka apabila ditanya di Padang Mahsyar nanti apa yang mereka telah lakukan untuk saudara mereka yang berada dalam kesusahan seperti kita?".


"Siapa?"


"Semua orang Islam. Orang Islam semua bersaudara, kan umi?"


Diam.


"Umi.."


"Ya nak.."


"Apa yang telah mereka lakukan untuk kita?". Khalid yang selesa berada dalam pelukan seorang wanita bergelar umi menggenggam erat tangan wanita solehah itu.


"Siapa?"


"Semua orang Islam. Orang Islam semua bersaudara, kan umi?"


Ayat yang sama diulang-ulang oleh anak kecil itu. Mata Nur Laili mula digenangi air...


"Umi tidak tahu sayang..."


''Oh Allah... Masihkah kami layak bergelar saudara???''.


"Umi..."


"Ya sayang..."


Nur Laili mengucup penuh kasih dahi anak kecil itu. Khalid tidak seharusnya merasai suasana seperti ini, terlalu kejam buat dirinya...


"Umi... Abi pernah kata kalau perang, seharusnya mereka berperang dengan tentera sahaja, bukan orang awam macam kita. Betulkah umi?"


"Ya sayang.."


"Jadi mengapa kita digelar pengganas umi?"


Nur Laili tidak mampu lagi menahan air matanya daripada tumpah. Setitik demi setitik, dia tidak tahu mengapa mereka digelar pengganas. Mungkinkah faktor media massa atau apa?. Itu semua dia tidak kisah tapi mengapa ada juga segelintir umat Islam yang mengatakan mereka pengganas?. Tidakkah mereka tahu keadaan saudara mereka ketika ini...


"Kenapa umi menangis?"


Khalid yang merasa titisan air mata jatuh ke atas kepalanya lantas bangun dan mengelap air mata itu..


"Umi, di padang Mahsyar nanti, air mata ini bakal menjadi saksi buat saudara-saudara kita yang diam, membisu tanpa memberi bantuan, kan umi?".


Angguk.


Pom!!!.


Ledakan peluru itu tepat mengenai dada Nur Laili... Khalid terperanjat. Ini merupakan kali kedua insan kesayangannya rebah di hadapan matanya. Khalid menangis.. Tangannya yang kecil menggoncang-goncang tubuh Nur Laili yang kaku. Sekejap sahaja, tangannya merah dibasahi darah umi tercinta.


"Umi, siapa lagi yang akan menerangi malam Khalid..."


Tentera-tentera kejam itu mara menghampiri Khalid. Senapang diacukan ke kepala kanak-kanak kecil itu. Khalid memandang dengan perasaan amarah kerana maruah dia dan keluarganya telah dirobek-robek. Dia tidak lagi gentar. Batu di sebelahnya di genggam kemas, dan..


"Aku mahu jadi seperti Khalid Al-Walid. Allahu akbar!!" Khalid bangun dan melontar batu itu ke arah tentera yang hampir dengannya. Serentak dengan itu juga bunyi ledakan peluru kedengaran lagi, tepat menembusi kepala Khali. Khalid rebah di samping uminya...


"Umi.... Kita dapat jumpa abi dan abang-abang nanti..."


Dan mata Khalid terpejam jua, untuk selamanya.... 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ma sya Allah, tabarakallah.. nilailah kembali diri kita ini.. moga-moga Allah mengampunkan dosa kesalahan kita..

"  Ya Allah, ampunilah dosa-dosa hamba-hambaMu yang terlepas pandang atau dengan sengaja dalam menjaga anugerah yang suci di bawah persaudaraan ini Ya Allah.  berikanlah hidayah dan taufiqMu kepada hamba-hambaMU yang tersasar dari jalan Engkau ya Allah Ya Rahman Ya Karim.. Amin ya Rabbal 'alamin...... "
  
" Wahai umat-umat Islam yakni saudara-saudaraku, maafkanlah daku andainya daku tidak melaksanakan tanggungjawabku dengan dengan dalam perhubungan suci kita ini.. maafkan daku. maafkan.. akan ku cuba berusaha secara terus menerus dalam menjaga erti persaudaraan kita yang suci di bawah naungan rahmat Allah.. In sya Allah.. "

Monday, April 19, 2010

salam.. Apa yang patut ana lakukan setiap hari…



Baca ma’thurat pagi dan petang



Wajib baca al-quran lepas solat atau bila ada kelapangan

Solat dhuha & Solat berjemaah

Baca buku-buku akademik dan agama

Solat sunat taubat dan istikharah sebelum tidur

Solat sunat tahajjud dan hajat di malam hari

Jangan ponteng kelas/tutorial/lab. Buat tugasan yg diberi

Tanya lecturer/tutor tentang perkara yang tak paham. Tak boleh malu!!!


Tanya khabar/masalah sahabat2 & eratkan ukhuwwah

Jangan tidur siang…kalau tidur pun, dalam 30 minit jer (lepas subuh dan asar dilarang sama sekali)

Amalkan zikir dan surah-surah yang digalakkan
Muhasabah diri waktu betul-betul dah nak tidur (malam)
Kena istiqamah dengan apa yang dilakukan

salam.. Lima tanda hati keras membatu




Hati adalah sumber ilham dan pertimbangan, tempat lahirnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan sikap degil, ketenangan dan kebimbangan. Hati juga sumber kebahagiaan jika kita mampu membersihkannya namun sebaliknya ia merupakan sumber bencana jika kita gemar menodainya. Aktiviti yang dilakukan sering berpunca daripada lurus atau bengkoknya hati. Abu Hurairah r.a. berkata, "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentera. Jika raja itu baik, maka akan baik pula lah tenteranya... Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tenteranya".
Hati yang keras mempunyai tanda-tanda yang boleh dikenali, di antara yang terpenting adalah seperti berikut:

1. Malas melakukan ketaatan dan amal kebajikan
Terutama malas untuk melaksanakan ibadah, malah mungkin memandang ringan. Misalnya tidak serius dalam menunaikan solat, atau berasa berat dan enggan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Allah telah menyifatkan kaum munafikin dalam firman-Nya yang bermaksud, "Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan." (Surah At-Taubah, ayat 54)

2. Tidak berasa gerun dengan ayat al-Quran
Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, hatinya tidak terpengaruh sama sekali, tidak mahu khusyuk atau tunduk, dan juga lalai daripada membaca al-Quran serta mendengarkannya. Bahkan enggan dan berpaling daripadanya. Sedangkan Allah S.W.T memberi ingatan yang ertinya, "Maka beri peringatanlah dengan al-Quran orang yang takut dengan ancaman Ku." (Surah Al-Qaf, ayat 45)

3. Berlebihan mencintai dunia dan melupakan akhirat
Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata-ma ta. Segala sesuatu ditimbang dari segi keperluan dunia. Cinta, benci dan hubungan sesama manusia hanya untuk urusan dunia sahaja. Penghujungnya jadilah dia seorang yang dengki, ego dan individulistik, bakhil serta tamak terhadap dunia.

4. Kurang mengagungkan Allah
Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman menjadi lemah, tidak marah ketika larangan Allah dilecehkan orang. Tidak mengamal yang makruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.

5. Tidak belajar dengan Ayat Kauniah
Tidak terpengaruh dengan peristiwa-peristiwa yang dapat memberi pengajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan seumpamanya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai perkara biasa, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat. "Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahawa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pel ajaran?" (Surah At-Taubah, ayat 126)

Sahabat yang baik adalah lebih mahal dari segunung emas permata.

Saturday, April 17, 2010

salam... pengorbanan...tadhiah...

Alhamdulillah.. kesyukuran kita kepada Yang Maha Esa,.Selawat dan salam keatas junjungan Nabi kita yang agung.. Assalamu'alaikum..... mari kita sama perbanyakkan zikrullah dan sholawatu 'alan Nabi. ... subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah , Allahu akbar..
allahumma sholli 'ala saiyidina muhammad.. mari sama2 kita mengimbas kembali sejarah perjuangan Rasulullah dan para sahabat Baginda yang telah banyak berkorban demi perjuangkan agama Allah yang agung dan mulia ini.. peristiwa demi peristiwa , pengorbanan demi pengorbanan.. tetapi apa yang hendak dibahaskan sekarang adalah pengorbanan kita kepada ahli keluarga.. abang dan kakak berkorban untuk adik2,, anak2 brkorban untuk ibu ayah,, ahli keluarga berkorban untuk sesama mereka,, isteri dan suami sama2 berkorban,, berkorban dgn penuh kasih sayang.. apa y bleh kita korbankan.. ..1.. belajar bsungguh2,..2.. sanggup perg jauh untuk bljar.. 3.. korban msa.. 4.. korban harta.. byk lagi yang bleh kita korbankan.. kita korban hati dan perasaan dn sbgainya.. tetapi,, persoalannya.. apakah kita sudah berkorban?? pernahkah kita berkorban??? untuk siapa kita bkorban?? y plg pnting.. berkorbanlah apa saja pun.,, semuanya adalah kerana Allah yang Maha Esa..